Mengaku memasuki dunia bisnis tanpa disengaja, namun siapa sangka berkat keuletannya, keseriusannya, serta kejelian dalam melihat peluang bisnis membuat Yudha Budhisurya menjadi punggawa di OPCO Group.

 

Mengapa Anda tertarik menggeluti dunia bisnis?

Sebenarnya awal mula saya terjun ke dunia bisnis merupakan suatu ketidaksengajaan, saat itu saya berumur 21 tahun dan baru saja lulus kuliah, ketika kakak-kakak saya yang telah terjun terlebih dahulu di dunia F&B mengajak saya untuk mendirikan dan menjalankan sebuah club yang bernama Embassy, pada umur itu tentu saja saya tidak banyak berpikir panjang dan langsung mengiyakan, karena kebetulan juga bisnis night club adalah bidang yang saya minati.

 

Apa tantangan terberat dalam berbisnis?

Tenaga kerja. Kebanyakan tenaga kerja yang tersedia di pasar kita kurang terampil dan setelah kita memberikan training terhadap mereka, banyak saingan yang baru memulai bisnis ini cenderung nekat dan berani membayar tenaga kerja yang sudah kita latih tersebut dengan bayaran yang sangat tinggi. Yang tentu saja sangat beresiko bagi semua pelaku bisnis.

 

 

Konsep bisnis seperti apa yang Anda terapkan sampai saat ini?

Kekeluargaan, encouraging, dan engaging antara semua level manajemen dan staff, tetapi dengan arahan dan bimbingan yang jelas.

 

Siapa sosok yang paling berjasa untuk karir Anda?

Keluarga. Tanpa keluarga, saya tidak akan ada disini, kedua orangtua saya adalah pebisnis dan pekerja keras. Kakak-kakak saya juga telah membuka jalan bagi saya dan terus menjadi inspirasi bagi pedoman kerja saya. Anak saya juga adalah alasan utama saya untuk mencapai keberhasilan dalam karir dan pekerjaan.

 

OPCO tidak hanya bergerak di bidang F&B saja, tapi juga club dan promotor Urbanite Asia. Bagaimana Anda mensinkronkan tiga aspek tersebut menjadi sebuah lifestyle?

Tiga aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain, berawal dari club maka pelan-pelan kami menjadi promotor karena kebutuhan event organizing untuk club. Kemudian berkembang ke penyelenggaraan event-event di luar. Event-event tersebut membutuhkan dukungan organizer dan F&B, yang pada akhirnya semuanya saling membutuhkan dan saling memberi dukungan.

 

Apa pendapat Anda mengenai customer oriented?

Satu-satunya hal yang paling penting, kalau tujuan kita adalah memberikan yang terbaik bagi customer, otomatis kita sendiri juga akan mencoba untuk menjadi lebih baik dalam segala hal.

 

Apa saran Anda untuk anak-anak muda yang baru memulai berbisnis?

Kejar passion Anda, karena jika melakukan sesuatu dengan passion, maka Anda akan selalu berusaha untuk menjadi yang lebih baik.

 

 

Upcoming project?

Saat ini saya lebih banyak berada di Bali. Sedang berfokus pada club baru, bernama Stark House, kelanjutan dari bisnis perusahaan bir kita, Stark Beer. Untuk Jakarta, kita memiliki personal project yang baru berjalan dua bulan ini, bernama Pure Foods Company, daily catering yang menyediakan menu makanan organik, sehat, dan bersih. Selain itu kita juga sedang berfokus mengembangkan Warung Koffie Tinggi yang akan dibuka di Balikpapan dan Jakarta. Untuk Urbanite Asia kita memiliki banyak kerjasama, salah satunya kita akan membawa sebuah festival dari Eropa.

 

Teks: Amelia Nurtiara

Foto: Willie William

 

 

 

 

 

 

About The Author

Related Posts