Katanya, “nenek moyangku seorang pelaut”, namun kenapa kita jarang yang mengkonsumsi hasil laut?

Fenomena yang demikian-lah yang kemudian mendorong Ibu Susi Pudjiastuti, mengkampanyekan gerakan “Ayo Makan Ikan”. Gerakan yang cukup beralasan, memang. Mengingat Indonesia adalah negara maritim dan mempunyai garis pantai terpanjang kedua di dunia, namun konsumsi sumber daya laut masyarakatnya masih terhitung rendah.

Maklum saja, banyak dari hasil laut terbaik Indonesia justru diekspor ke luar negeri. Seperti lobster dari Lamoung, kepiting dari Papua, ataupun ikan mahi-mahi dari Makasar. Bahkan, orang Jakarta sekalipun justru jarang menikmati tiram segar dari Kepulauan Seribu.

Atas dasar itulah, detikfood bersama Nusa Gastronomy (kembali) menyelenggarakan Santap Malam 100% Indonesia, yang rencananya akan digelar di Nusa Gastronomy pada 17 Agustus 2017, pukul 18.30-21.00 WIB.

Acara dengan konsep fine dinning ini rencananya akan dibuka dengan sajian landak laut dan tiram segar dari Bitung, rujak bulung dari Bali, sago bakar dengan abon ikan bobara dari Papua. Selain itu masih ada juga sajian gohu khas Jailolo, dan juga sup ikan arsik yang merupakan makanan khas asal Sumatera Utara.

Dan sebagai pengiring santapan seafood ini ada beragam pilihan wine dari Sababay Winery dari Bali. Tenang saja, Anda yang tak minum alkohol akan disediakan fermentasi sari buah segar sebagai pengiringnya.

Sebuah tawaran menarik di hari libur Proklamasi Kemerdekaan, bukan? Untuk Anda yang berminat untuk mengikuti dan juga mencicipi sajian laut terbaik Indonesia, Anda bisa menghubungi 021-79187722 (setiap hari kerja Senin – Jumat pkl 11.00 – 17.00 WIB).

 

 

 

[foto:detik.com]

About The Author

Related Posts